SHARE

Photo : Ir Wa Ode Hamsnah Bolu Msc (Anggota DPD RI).

Jakarta, Info Berita Satu – Ditemui usai acara Milad Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Buton (Hippmib) Bersatu yang ke 39 di Anjungan Sulawesi Tenggara (Sultra) TMII Jakarta, Mingggu (24/12/17) Anggota DPD RI Dapil Sultra Ir Wa Ode Hamsinah Bolu Msc., mengatakan Hippmib Bersatu untuk membangun ikatan atau mempererat ikatan kepada daerah asal Buton.

Hamsina menambahkan sebenarnya mereka ini (Hippmib Bersatu) mitra saya sebagai anggota DPD RI sering berdiskusi dan mereka bisa berkiprah di masyarakat tanpa menunggu harus lulus. Sebagai intelektual mempunyai wawasan yang luas bisa mengawal dana desa masing-masing. Komunikasi dengan Kepala Desa dan Badan Pernusyarawatan Desa. Beri masukan pemanfaatan dana Desa untuk hal-hal yang lebih produktif.

Kepada Himpunan Mahasiswa Buton Utara yang ada di Jabodetabek saya sampaikan berkiprah tidak harus menunggu lulus. Mulai sekarang jalin kontak dengan Desa dan bantu Desa beri pencerahan bahwa pemanfaatan dana Desa untuk hal yang produktif.

Sejatinya dana Desa diadakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, kalau sebelum-belumnya dana desa digunakan untuk hal yang konsumtif misal perbaikan kantor Desa, Pagar dll. Kita harus bergerak untuk hal-hal yang produktif ujar Hamasinah.

Kementerian Desa itu sendiri mencanangkan di setiap Desa untuk membentuk Bumdes. Kita sudah mulai belajar menggeralkan Bumdes sehingga tidak tergantung dana desa. Bumdes diolah untuk membesarkan Koperasi Desa sehingga bisa bergulir menjadi kekuatan ekonomi yang besar di Desa.

Pendampingan sangat perlu untuk mengawal dana Desa. Pendampingan kedepan yang kita harapkan adalah orang-orang yang bisa menginspirasi yang punya visi terhadap potensi Desa. Yang sangat penting pendamping itu harus mengerti spesifik Desa. Sederhananya begini Desa Nelayan harus pendamping yang punya wawasan tentang pemukiman kelautan, potensi yang ada di Desan Nelayan.

Saya suprise juga ditengah mereka sibuk dengan perkuliahan yang sebagian besar S1 tapi banyak juga yang S2 dan S3 mereka masih menyempatkan berkreasi mengekspresikan nilai-nilai seni. Dan memikirkan untuk kemajuan kemajuan kampung halaman. Mereka sesungguhnya aktor intelektual yang bisa memajukan daerahnya masing-masing tutup Hamsinah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here