SHARE

DPD KNPI Jakarta Bidang Teroris menggelar diskusi dengan tema Deradikalisasi Meretas Bahaya Terorisme dengan nara Sumber 1. Syarif Msi (Anggota DPRD DKI Jakarta) 2. Fadli Alimin Hadim (Sekjen DPP KNPI), 3. Dody Rahmadi Amar (Ketua KONI Jakarta 4. Abdul Canter Sangaji di Aula Kantor Menwa DKI Jakarta, Rabu (23/8/17).

Jpeg

Gusti Arief Ketua DPD KNPI Jakarta mengatakan bagaimana mengisi Kemerdekaan dengan menentang bahaya radikalisasi dan bahaya terorisme. Dan para nara sumber bisa memberikan pandangan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan. Termasuk Kegiatan wirausaha juga kita lanjutkan sebagai salah satu mengatasi bahaya radikalisme.
Isu ini berkembang di masyarakat terutama di campus. Faham radikalisme mengganggu stabilitas negara.

Raden Umar Ketua Resimen Mahasiswa Jakarta mengatakan dalam arti positip kita harus radikal karena tuntas sampai ke akar-akarnya. Kalau teroris adalah faham radikal yang menyimpang. Kami rutin mengadakan dialog- dialog di sekolah. Karena pengetahuan dangkal bisa disusupi fahan radikal. Sebenar penangkapan teroris tidak boleh ekpose secara life dan ditangani secara senyap. Penanganan teroris ditangkap banyak mati. Atau cara menciptakan Suasana tidak kondusif. Pemerintah mengeluarkan tentang Perpu Ormas. Teroris berbahaya dan komunis juga bahaya.

Kita harus sadar bangsa kita dalam ancaman serius. Indonesia dalam keadaan memprihatinkan. Kita perlu memantau setiap gerakan mahasiswa. Rata rata terlibat gerakan teroris pada golongan yang tidak faham.

Dody Rahmadi Amar Ketua KONI DKI Jakarta mengatakan sebagai pemuda Indonesia yang terus kita hadapi. Apa peran kita sebagai pemuda. DKI. Bung Karno bilang jangan sekali melupakan sejarah karena kejadian ini akan berulang kembali. Radikalisasi ujungnya karena ketidak adilan dan tidak sejahtera. Isu akan muncul sampai kapanpun. Motifnya ada mendirikan negara secara agama atau komunis. Penyakit masyarakat (pekat) ada sampai kapanpun. Bung Karno adalah Presiden pertama yang terpilih secara demokrati dengan sistem multi partai.

Ormas harus diatur dan diperkuat ketahanan nasionak. Dan panglimanya adalah hukum. Zaman reformasi hukum harus ditegakkan atau supremasi hukum. Sekarang harus kita menyiasatinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here