SHARE

Jakarta, Info Berita Satu -Kronologis terjadinya pelarian massal warga binaan permasyarakatan (WBP) Rutan Klas IIB Pekanbaru Riau qdiperkirakan sebanyak kurang lebih 150-200 yang kabur melarikan diri disampaikan Dirjen Pemasyarakatan I Wayan K. Dusak di Kantor Dirjen Pemasyarakatan Jakarta, Jum’at (5/5/17).

Pada hari Jumat sekitar pukul 11.30 wib,di keluarkan WBP yang beragama muslim untuk melaksanakan sholat jumat.

Pada pukul 12.00 wib,terjadi pergerakan dari mesjid menuju pintu gerbang(pos jaga bawah),

Pada pukul 12.05 wib,Kepala Rutan koordinasi dengan Kapolres,Dandim,Dir Intel polda Riau untuk meminta bantuan pengamanan di Rutan.

Pada pukul 12.21 wib,pintu-pintu kamar hunian terbuka dan WBP berkumpul dipintu gerbang (pos jaga bawah).

Pada pukul 12.30 wib WBP berhasil menjebol pintu gerbang (Pos jaga bawah) dan langsun bergerak ke pintu lalu lintas mobil disebelah kanan, serta memdobrak pintu tersebut lalu keluar melarikan diri.

Pada pukul 12.40 wib, anggota Kodim dan Polres tiba di tempat untuk mem-bakcup/mengamankan kondisi Rutan.
Dan pada saat itu juga keadaan sudah mulai kondusif,setelah melalui negosiasi tentang tuntutan WBP.

Pada pukul 15.15 wib, keadaan mulai memanas kembali namun dapat di redam kembali.
Pukul 17.30 wib, rapat antara Kapolres,Komandan Kodim, Karutan, Kadiv Administrasi, Kabid Keamanan Kanwil, Komando Brimob, Komandan Arhanud dan Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Untuk membuat langkah-langkah segera sebelum pukul 18.00 wib.

Pada pukul 18.15 wib, suasana sudah kondusif dengan dimasukkan WBP ke blok hunian untuk dibagikan makan malam. Pada pukul 18.35 wib, telah tertangkap 135 orang.

Yang menjadi tuntutan WBP tersebut sebagai berikut:
Agar terpenuhi air,karena selama ini air tidak lancar walaupun sudah ada bantuan sumur bor 3 titik dari Gubernur Riau pada bulan Agustus 2016 yang sebenarnya pada tahun 2017 ini akan mendapatkan bantuan sumur bor artetis dari Bapak Gubernur Riau.

Agar pegawai, wira dimutasi ke UPT lain, mengingat mudah melakukan penamparan. Agar di lakukan pemindahan terhadap Kepala KPR yang bersikap arogan.

Kondisi jumlah WBP di Indonesia
Total Tahanan : 69.839 orang Total Napi : 148.856 orang Jumlah Total WBP : 218.695 orang.

Kapasitas : 121.697 over Kapasitas : 96.998 orang / 178 %
Kondisi jumlah WBP di KANWIL RIAU Total Tahanann: 2.775 orang total napi : 7.717 orang Jumlah total WBP : 10.492 orang
Kapasitas : 3.526 OVER Kapasitas : 6.966 / 298 96

Rutas Kelas IIB Pelangbaru
Kapasitas : 561 Jumlah WBP :1870-Tahanan :910
Narapidana : 960 Over kapasitas : 1309 orang / 233 %
Jumlah pegawai :51 orang
Pria : 4O orang
Wanita : 11 orang
Pejabat : 4 orang Pengamanan : 3O orang Pembinaan :
5 orang Kesehatan :
3 orang Dukungan Teknis :
9 orang.Pidana Khusus KOFUPSi :76 orang
Narkoba :421 orang
Ilegal Logging :14 orang
Pidana Umum :1359 0rang
Total : 1870 orang
WBP yang Sudah tertangkap Sementara -136 orang
Selebihnya Masih Dalam Proses Pendataan di Polres, Polresta dan Polsek.

Para warga binaan pemasyarakatan menuntut agar dipenuhinya kebutuhan air karena selama ini air tidak lancar walaupun sudah ada bantuan sumur bor dari Gubernur Riau dan menuntut agar oknum petugas lapas yang bersikap arogan dimutasi ke UPT lain

I Wayan Dusak mengatakan pihaknya akan mengedepankan cara persuasif untuk menangani situasi. Adapun jumlah tahanan yang berhasil ditangkap sementara ini berjumlah 136 orang. (rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here