SHARE

Photo : Rudi

Jakarta, Info Berita Satu – Warga RW 12 dari Team IX menolak diberikan uang penggantian sebesar 250.000 untuk rumah permanen 200.000 untuk rumah non permanen. Warga merasa sudah membayar pajak dan tinggal puluhan tahun di tempat sekarang ini dari tahun 1954.  Warga didampingi kuasa hukum dari Perhimpunan Bantuan dan Hukum Indonesia (PBHI) mendatangi kantor Komisi Nasional (Kpmnas) Hak Azasi Manusia Jl. Latuharhary Menteng Jakarta, Jum’at (24/3/17) untuk mengadukan nasibnya.

Team IX Warga RW 12 Manggarai Jakarta Selatan mengusung spanduk dengan judul “Kami melawan perampasan hak atas tanah ini. Tanah ini milik kami UU No. 5 Tahun 1966. Diadvokasi oleh PBHI Jakarta (Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia).

Perwakilan warga dari Team IX RW 12 Daeng mengatakan 1200 kepala keluarga RW 12 Kelurahan Manggarai Kecamatan Tebet Jakarta Selatan terancam dibongkar paksa oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek Strategi Nasional Yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

Daeng menambahkan warga yang didampingi PBHI pada dasarnya menuntut kepada Presiden Joko Widodo memperhatikan kondisi sosial dan mengutamakan kesejahteraan rakyat ketimbang mengejar keuntungan dari proyek pembangunan stasiun kereta bandara Soekarno Hatta.

Dalam pembangunan proyek stasiun kereta Bandara Soekarno Hatta mengedepankan komunikasi dan mengikutsertakan masyarakat yang terdampak program pungkasnya. (Rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here