SHARE

JAKARTA, INFO BERITA SATU — Dalam  rangkaian Dies Natalis  ke 63, GMNI menggelar  Seminar Nasional Politik Hukum dengan Thema “Ius Constitutum Mengarah Kepada Ius Constituendum, Pancasila Sebagai Leit Star Statis dan Dinamis bertempat di Hotel Best Western Kemayoran, Jakarta Pusat, jum’at  (17/3/17). Dengan narasumber:

Prof.Dr. Widodo Eka Tjahjana,S.H.,M.Hum. (Dirjen Perundang-undangan KEMENKUMHAM RI)Prof. Dr. Harjono,SH.,MLC (mantan Hakim Agung MK) 3. Ahmad Basarah Anggota DPR/MPR RI dari PDIP.Ucok Rolando P. Tamba, S.H.,M.H.

(Praktisi Hukum/Direktur LBHA TRISAKTI INDONESIA. Demikian disampaikan Ketua Umum Presediun GMNI Chrisman Damanik saat dijumpai media.

Chrisman menegaskan GMNI bertekad memberikan sumbangsih pemikiran untuk memajukan Indonesia. Kegiatan diskusi ini digelar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang ada di berbagai perguruan tingi di Indonesia. Di usianya yang ke-65 GMNI ingin memiliki kontribusi yang besar dalam berbagai produk hukum di Indonesia.   Dan Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI Ahmad Basarah menyampaikan agar Bangsa ini tidak kalah bersaing Indonesia harus menyiapkan sumber daya manusianya sebaik mungkin.

Prof. Dr. Harjono,SH.,MLC menjelaskan filsafat dasar adalah gotong royong. Pengalaman hidup Bangsa Indonesia bertahan karena gotong royong. Percerminan dalam perbuatan sehari-hari. Bagaimana kita bersikap menolong. Pancasila tidak terpecah-pecah  dan merupakan kesatuan. Lima-lima unsur adalah senyawa dan itu baru Pancasila.

Bung Karno lebih suka disebut penggali Pancasila kata Harjono. Karena Pancasila sudah ada dalam bangsa Indonesia. Pancasila adalah pemersatu bangsa. Undang-Undang Dasar setelah perubahan Partai Politik adalah lembaga negara dan suprastruktur politik. Kehidupan partai politik dalam konstitusi untuk kedaulatan rakyat tutup Harjono. (Rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here